BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Makanan
merupakan kebutuhan bagi manusia guna kelangsungan hidupnya. Makanan terbagi
atas dua jenis yakni makanan pokok dan makanan ringan.
Dewasa ini makanan tradisional mulai
ditinggalkan tetapi keberadaannya masih dapat ditemui . Makanan ringan seperti
arum manis konsumen terbesarnya adalah anak-anak.
Arum manis adalah jajanan tahun 90-an yang memiliki rasa legit
dan tekstur berbentuk serat-serat halus seperti rambut. Arum manis memiliki nama lain “kembang gula
kapas warna-warni”. Arum manis terkenal karena rasa dan warnanya yang mencolok.
Namun di zaman modern sekarang ini
jarang menjumpai penjual arum manis keliling. Arum manis memliki beragam
jenis yaitu, arum manis gula jawa kacang tanah, arum manis gula pasir dan
lainnya.
Bahan baku pembuatan arum manis terdiri atas gula
dan pewarna makanan sehingga terasa sangat manis. Hal tersebut tentu memiliki
dampak bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karena itu penulis
tertarik untuk membuat karya tulis dengan judul “Dampak Negatif Arum manis bagi
Kesehatan Tubuh”.
B.
Rumusan
Masalah
Bagaimana
dampak negatif arum manis bagi kesehatan tubuh?
C.
Tujuan
Penulisan
Untuk mengetahui dampak
negatif arum manis bagi kesehatan tubuh.
D.
Manfaat
Penulisan
Manfaat penelitian
secara teoritis :
1. Menjadi
inspirasi bagi penelitian-penelitian sejenis yang berkaitan dengan arum manis
terutama kepada pecintanya.
2. Menjadi
dasar teori dan memberikan sumbangan teori bagi para pecinta arum manis.
Manfaat
penelitian secara praktis :
1. Memberi
gambaran tentang arum manis dengan pecintanya
2. Memberikan
informasi secara mendalam mengenai arum
manis dengan pecintanya dan menambah pengetahuan mengenai arum manis.
BAB
II
DASAR
TEORI
A.
Definisi
Jajanan Tradisional
Jajanan pasar adalah jajanan pasar
tradisional Indonesia yang diperjuai belikan di pasar, khususnya di pasar-pasar
tradisional.
Sampai saat ini jajanan pasar
masih diminati oleh masyarakat meskipun telah banyak makanan luar negri yang
sudah masuk di pasaran tapi jajanan pasar masih banyak diminati krena jajanan
pasar bukan hanya harganya yang terjangkau saja tapi rasanya juga enak dan
jenisnya beragam.[1]
B.
Definisi Gulali
Gulali
adalah salah satu jajanan tradisional Indonesia yang cukup populer pada
masanya. Ketika belum banyak permen atau lollipop kemasan seperti sekarang ini,
para anak kecil lebih suka membeli gulali yang dijual oleh pedagang keliling.[2]
C.
Jenis-jenis Gulali
1.
Gulali Gula Jawa Kacang Tanah
Gulali gula Jawa Kacang Tanah. Jenis yang paling
tradisional adalah gulali yang terbuat dari gula jawa atau gula merah. Gulali
ini memiliki warna coklat kehitaman dan biasanya ditusuk dengan potongan batang
kayu. Gulali dari gula Jawa ini biasanya dicampur dengan kacang tanah mirip
permen ing-ting kacang.
2.
Gulali Gula Pasir
Gulali gula pasir. Jenis gulali yang terbuat dari gula
pasir, gulali ini lebih berwarna karena pada pedagang biasanya memberikan
pewarna makannan untuk membuatnya lebih menarik jika dibentuk. Gulali ini dapat
dibentuk aneka kreasi seperti ayam, burung, pesawat, dan lain-lainnya.
3.
Gulali Rambut Nenek
Gulali rambut nenek. Gulali ini terbuat dari
gula pasir dicampur dengan tepung, para penjual biasanya menarik-narik adonan
dasar gulali ini sedemikian rupa hingga terbentuk seperti benang sutra.
Kebanyakab orang menyebut gulali ini sebagai rambut nenek karena bentuknya yang
kusut dan acak-acakkan seperti rambut nenek..
4.
Gulali Arum Manis
Gulali
arum manis. Jenis gulali yang dibuat dengan sebuah mesin khusus yang berputar
dan menghasilkan serat-serat gula yang halus. Jika serat-serat tersebut
dikumpulkan maka akan tampak seperti kapas makanya sering disebut permen kapas.[3]
D.
Definisi Arum Manis
Arum
manis adalah makanan dengan rasa manis, sesuai dengan namanya dan sangat
ringan. Ada 2 jenis arumanis yang dijajakan oleh penjualnya. Saat kecil dulu,
penulis lebih sering menemukan arum manis ini di”buat” terlebih dulu oleh
penjualnya. Cara buatnya menggunakan mesin yang dioperasikan dengan tangan atau
kaki. Jangan membayangkan mesin yang digunakan adalah mesin modern dan canggih.
Melainkan mesin yang cukup sederhana. Bahannya saja terbuat dari kaleng.
Kedua adalah arum manis yang siap saji. Hanya perlu ditata diantara 2
lembar simping. Simping sendiri merupakan sejenis kerupuk (berbunyi kriuk) yang
tipis tapi rasanya tidak segurih kerupuk. Jenis arum manis inilah yang saat ini
banyak dijajakan keliling daerah
perumahan.[4]

Gambar 2.1 Gulali
E.
Asal Mula Arum Manis
Arum manis pertama kali diperkenalkan pada
tahun 1904 oleh William Morrison dan John C. Wharton di St. Louis World'f Fair
dengan nama “Fairy Floss” atau yang dalam bahasa Indonesia disebut “Benang
Peri”. Pembuatan arum manis ini adalah dengan memasukkan gula pasir dan pewarna
makanan ke dalam mesin penghancur gula.[5]
F.
Bahan-Bahan Pembuatan Arum Manis
Bahan untuk pembuatan arum manis mudah di dapatkan
di pasar atau supermarket. Antara lain :
1.
1 kg gula pasir bersih
2.
¼ kg terigu
3.
¼ liter minyak goreng[6]

Gambar
2.2 Gulali
G.
Proses Pembuatan Arum Manis
1.
Gula dimasak dengan 1
gayung air sampai keluar busa dan mengental.
Sebelumnya
masak terigu bersama minyak goreng sampai berwarna coklat.
2.
Setelah matang dinginkan
kemudian gula dibolak-balik dengan spatula
sampai membentuk adonan dan aduk trus biar tidak mengeras.
3.
Kemudian menyiapkan meja
dengan kayu ditengah meja dengan alas seng taburi terigu yang dimasak dengan
minyak tadi.
engolesi meja dengan minyak goreng yang ada
dimasak dengan terigu.
5.
Meratakan lalu taruh adonan
diatas meja buat lubang seperti donat masukkan ke kayu penopang lalu tari
(nariknya harus masih panas gulanya).
6.
Menarik terus dengan cara
yang sama biar gula berubah menjadi lembaran-lembaran rambut terus sampai halus
tariknya harus dengan tenaga extra.[7]
[1]http://www.pengertianku.net/2015/04/inilah-pengertian-jajananpasar.html, diakses pada tanggal 6 Agustus
2016
[5] http://travel.kapanlagi.com/artikel/kuliner/1237-manisnya-masa-lalu-dalam-arum-manis-dan-gulali.html, diakses pada tanggal 12 Agustus 2016
[6] http://buatresep.blogspot.co.id/2016/01/bahan-dan-cara-membuat-arum-manis.html,
diakses pada tanggal 12 Agustus 2016
[7] http://buatresep.blogspot.co.id/2016/01/bahan-dan-cara-membuat-arum-manis.html,
diakses pada tanggal 12 Agustus 2016
BAB
III
PEMBAHASAN
Dampak Negatif Arum Manis Bagi Kesehatan
Arum manis merupakan jajanan yang disukai
anak-anak, akan tetapi jajanan ini mempunyai beberapa dampak negatif bagi
kesehatan tubuh, antara lain :
1.
Kerusakan respon sinaptik
Sinaptik merupakan bagian
dari otak dimana implus otak ditransmisikan dan dilepaskan. Sebuah studi yang
dilakukan oleh sekelompok ilmuwan menunjukan bahwa mengkonsumsi berlebihan
fruktosa dapat merusak sinapsis.
2.
Kerusakan memori
Konsumsi fruktosa
berlebih menyebabkan gangguan pada koneksi kimia diantara sel-sel otak. Hal ini
kemudian merusak kualitas memori dan kemampuan belajar seseorang, pasalnya,
sel-sel otak mengalami kesulitan memberikan sinyal satu sama lain. Tidak hanya
itu gula pun akan menurunkan tingkat IQ seseorang.
3.
Mengurangi produksi insulin alami
Insulin merupakan
hormon yang mengendalikan gula darah dalam tubuh kita. Orang dengan tingkat
konsumsi gula yang tinggi dapat menyebabkan mereka kehilangan horman insulin
yang nantinya mempengaruhi sel-sel otak mereka.
4.
Meningkatkan risiko diabetes
Mengonsumsi minuman manis, seperti soft
drink, minuman buah dan minuman olahraga dapat meningkatkan risiko diabetes
tipe dua. Hasil studi baru yang melibatkan lebih 310.000 pasien menyatakan
orang yang minum 1-2 porsi makanan manis sehari mengalami peningkatan risiko
diabetes tipe dua sebesar 26%.
Mengonsumsi minuman manis cenderung menyebabkan kenaikan berat badan,
yang merupakan faktor risiko untuk diabetes.
5.
Diet tinggi glikemik dapat menyebabkan jerawat
Menurut sebuah
studi yang diterbitkan dalam jurnal Molecural
Nutrition & Food Reserch, makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi
kulit.
6.
Meningkatkan risiko penyakit jantung
Makan lemak dalam
jumlah berlebihan bukan satu-satunya yangmeningkatkan risiko penyakit jantung,
gula juga memainkan peran langsung pada kesehatan. Trigliserida merupakan jenis
lemak yang ditemukab dalam darah. Bila mengkonsumsi gula lebih dari dibutuhkan,
maka kadar Trigserida yang tinggi dan kadar HDL yang rendah berkontribusi
terhadap Aterosklerosis. Atterosklerosis merupakan suatu kondisi
pengerasan arteri.
7.
Meningkatkan kemungkinan depresi
Kelebihan gula
dapat meningkatkan suasana hati, beberapa ahli percaya resistensi insulin
mungkin, memaksa pelepasan hormon stress kotisol dan GLP-1. Gangguan perilaku
pada umumnya dipengaruhi oleh jumlah gula yang dikonsumsi fluktuasi kadar gula
darah mendorong metabolisme dan suasana hati.
8.
Meningkatkan risiko infeksi jamur
Infeksi jamur di
mulut biasanya disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan gula air liur dan urine menyediakan
tempat berkembangbiakan yang sempurna bagi jamur.
9.
Meningkatkan risiko kanker
Sejumlah
penelitian menunjukan hubungan yang kuat antara konsumsi gula dan peningkatan
risiko kanker. Wanita dengan kadar gula darah sangat tinggi jauh lebih mungkin
untuk menderita kanker payudara.
10. Menyebabkan obesitas
Obesitas terjadi akibat terlalu banyak asupan
kalori. Banyak fakta yang menunjukkan jika orang kelebihan berat badan akibat
banyak mengkonsumsi HFCS di soda dan makanan yang tinggi indeks. Efek dari
makanan tingi indeks Glikemik dapat dikurangi denga menambahkan protein dan
lemak sehat.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penulis dapat menyimpulkan bahwa
arum manis mempunyai beberapa dampak negatif antara lain : Kerusakan respon
sinaptik, kerusakan memori, mengurangi produksi insulin alami, meningkatkan
risiko diabetes, diet tinggi glikemik dapat menyebabkan jerawat, meningkatkan
risiko penyakit jantung, meningkatkan kemungkinan depresi, meningkatkan risiko
infeksi jamur, meningkatkan risiko kanker, dan menyebabkan obesitas.
B. Saran
1.
Bagi masyarakat sebaiknya
dihindari makan arum manis secara berlebihan karena mempunyai beberapa
dampak negatif.
2.
Lebih berhati-hati dalam membeli arum manis, karena di zaman modern
banyak penjual yang menggunakan
pengawet atau menyalahgunakan pewarna pakaian untuk pewarna makanan.
3.
Semoga karya tulis ini bisa dijadikan referensi bagi
peneliti berikutnya yang membuat karya tulis yang sejenis.